Pages

Sabtu, 02 Januari 2010

tugas pengantar bisnis>>tanggung jawab sosial suatu usaha<<


TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS

1.       Benturan Dengan kepentingan masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan(masyarakat dengan perusahaan). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan(besar,menengah,maupun kecil). Benturan ini terjadi kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi (udara,air limbah,suara,bahkan mental kejiwaan )

Adapun klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social  dilaksanakannya etika bisnis yaitu :
*       Dorongan dari pihak luar,dari lingkungan masyarakat. Seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan yang diperhitungkan dalam laba-rugi usaha.
*       Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri. Sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,dan karya ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manajemen terbuka,hubungan industrialis pancasila,pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh-contoh penerapan manajemen yang berorientasi hubungan kemanusiaan.

2.       Dorongan tanggung jawab social
Klasifikasi masalah social yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab social pada sebuah bisnis sebagai berikut :

v  Penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku,keras,zakeliyk(saklek),birokratik,dan otoriter.prosedur administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-belit sering menyebabkan tekanan bagi para pebisnis maupun pihak lain yang berhubungan. Hubungan yang kurang manusiawi kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar (pelanggan,masyarakat umum) 

Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapannya akan menimbulkan hubungan yang serasi ,selaras,dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar. Secara rinci,manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
a)      Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja.
b)      Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipatif
c)       Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik
d)      Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan
e)      Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

v  Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan
Ekologi yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh proses produksi. Sebagian contoh maraknya penebangan hutan sebagai dasar industry perkayuan,perburuan kulit ular yang diperuntukkan untuk industry kerajnan kulit,penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak  maupun racun  yang merusak alam sekitar.
v  Penghematan Energi
Pengurasan secara besar-besaran energy yang berasal dari SDA yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara,minyak dan gas telah banyak terjadi . kesadaran bahwa sumber daya ter sebut tidak dapat diperbaharui telah mendorong dilaksanakannya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya tersebut. Yang dapat disebut sumber daya alternative diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya,nuklir,angin,air serta laut.
v  Partisipasi pembangunan bangsa
Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat diperlukan. Karena dengan adanya kesadaran tersebut,akan membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan tenaga kerja yang ada,sebagai bentuk tanggung jawab social pada lingkungan sekitap perusahaan beroperasi.
v  Gerakan konsumerisme
Awal perkembangan tahun 1960-an di Negara barat yang berhasil memberlakukan Undang-Undang perlindungan Konsumen meliputi beragam aspek,mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa sampai pemberian izin lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga.
Tujuan dari gerakan konsumerisme ini adalah :
a)      Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktik bisnis nya
b)      Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat
c)       Diselenggarakan panel-panel diskusi antara wakil konsumen dengan produsen
d)      Pelayanan purna-jual yang lebih baik
e)      Berjalannya proses public relation(PR) yang lebih menitikberatkan pada kepuasan konsumen daripada promosi semata.




3.     Etika bisnis

Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksanakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
        I.            Hubungan antara bisnis dengan langganan/konsumen
Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut beberapa contohnya:
*       Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan konsumen untuk membandingkan produk dengan harganya
*       Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya sehingga diperlukan penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut
*       Promosi,terutama iklan merupakan gangguan etis yang paling utama
*       Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jual
      II.            Hubungan dengan karyawan
Bentuk hubungan ini  meliputi : penerimaan(recruitment),latihan(training),promosi,transfer,demosi maupun pemberhentian(termination). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalankan secara objektif dan jujur.
    III.            Hubungan antar bisnis
Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir,maupun distributornya.
    IV.            Hubungan dengan investor
Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupun calon investor merupakan bentuk dari hubungan ini yang mampu menghindari pengambilan keptusan yang keliru.
      V.            Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan terutama Jawatan Pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan.

Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis.
Penerapan etika bisnis adalah maksud dari konsep “stakeholder” yang berlawanan dengan konsep “stockholder”.









4.     Bentuk-bentuk tanggung jawab social suatu bisnis
Penjabaran dari kepedulian social suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab social bisnis. Sejalan dengan hal tersebut,dpat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian social suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etik dalam masyarakat. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab social yang dapat kita temui di Indonesia adalah :
*       Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)
Kesepakatan kerja bersama(KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusaha dengan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Contohnya hak karyawan adalah cuti,tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
*       Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Penanganan limbah industry sebagai bagian dari produksi,yaitu sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.
*       Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi  menjaga keselamatan seperti topi  pengaman,masker pelindung,maupun pakaian khusus lainnya.
*       Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
System perkebunan ini melibatkan perkebunan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
*       Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat
System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. Terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha besar,oleh karena itu membutuhkan kesadaran yang tinggi didalam pelaksanaannya.

Tanggung jawab social (social responsibility) sangat mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja atau suatu usaha bisnis untuk menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan inidvidu didalam lingkungannya. Contohnya  bertanggungjawab kepada investor  untuk memaksimalkan profit,bertanggungjawab kepada karyawan,konsumen,dan pelaku bisnis lainnya.







Berikut adalah beberapa contoh kasus mengenai minimnya kesadaran akan tanggung jawab social pelaku bisnis di Indonesia:

*      Prita Mulyasari vs Omni International Hospital
Seorang ibu muda yang ditahan atas ‘curhat’ pribadinya ke media elektronik. Adalah Omni Internasional Hospital yang memperkarakannya karena subject dari curhat tersebut adalah “Penipuan OMNI Internasional Hospital Alam Sutera Tangerang”. Kabarnya, email pribadi yang berbuah penjara ini dikirim Prita ke sepuluh alamat, dua di antaranya merupakan  mailing list yang kemudian ditaruh pula pada  wall di  facebook . Kasus ini menjadi ramai.
Berbagai kepentingan muncul. Prita menjadi tontonan menarik dari sisi sosial, politik, dan hukum. Bagaimana tidak, kasus ini telah ‘dimanfaatkan’ para capres sebagai ajang pencitraan dan perhatian atas masalah sosial Prita, ibu muda dengan dua balita, salah satunya masih disusuinya. Tidak manusiawi, kira-kira seperti itulah keadaannya. Namun, hukum mencoba berjalan lurus walaupun substansinya banyak diperdebatkan di luar arena pengadilan. Konflik peraturan dibahas. Paling tidak, konflik antar-KUHP, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU Perlindungan Konsumen.
Derasnya dukungan untuk Prita mulyasari seiring dengan memanasnya kasus ini. Memaksa Komnas HAM untuk memanggil RS OMNI demi mengurangi dampak viral yang sudah terjadi. Hal ini perlu dilakukan komnas HAM dalam melindungi Prita dan blogger lainnya dari kemungkinan pelanggaran HAM yang bisa saja terjadi karena pasal Karet UU ITE .
Kekuatan viral marketing communication dari internet marketing effect seperti tidak diperhitungkan RS Omni International yang sekarang menjadi bumerang untuk RS Omni International dan pasti akan menyulitkan divisi PR-nya untuk Mengembalikan nama baik RS Omni International dimata Indonesia dan dunia. Dengan memenjarakan pasien yang mengkritik tentu merupakan strategi yang salah apalagi yang dirugikan adalah seorang blogger.
Dalam kasus prita vs RS OMNI ini komnas HAM tengah menyelidiki mengenai kinerja polisi dan kejaksaan yang belebihan dan cenderung memihak pada perusahaan . Bagaimanapun hal ini sangat perlu ditanggapi dengan segera, mengingat populasi netizen Indonesia cukup besar plus banyaknya early adopters Blogger. Jika tidak dapat di damaikan maka citra Indonesia akan semakin tercoreng, khususnya dalam hal demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat.
Sementara gerakan dukungan prita untuk kasus RS OMNI sepertinya akan terus berkembang sampai masalah ini tuntas, “kalo gak bisa ngelawan hukum, pake kekuatan tekanan sosial.” pada akhirnya kemungkinan terburuk adalah chaos dan rusaknya citra perusahaan di Indonesia karena konsumen tidak mendapat service yang jauh dari kelayakan.
*      Lumpur Lapindo


Akhir Mei silam, bencana yang bernama ”lumpur panas Lapindo” di Sidoarjo itu bermula. Efeknya bagaikan ”bola salju” (snowball effect): mula-mula kecil, tapi karena menggelinding terus-menerus, lama-lama semakin membesar.
Hingga kini, ”bola salju” itu sudah bergulir kurang-lebih enam bulan lamanya. Dampak negatifnya sungguh dahsyat, baik secara material maupun non-material. Tapi, baru 23 November lalu ia dinyatakan sebagai bencana nasional. Betapa lambannya pemerintah menyikapi bencana ini.
Itu pun ”menunggu” dulu setelah terjadinya ledakan pipa gas Pertamina di kawasan berbahaya sekitar lokasi semburan lumpur yang meminta korban jiwa lebih dari 10 orang. Ledakan pipa gas tersebut adalah bencana atau kecelakaan, demikian dinyatakan pemerintah yang diwakili Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Baiklah, kita terima bahwa ini memang bencana.
Tapi, mengapa bisa sampai berbulan-bulan lamanya? Kita patut mempersoalkan, dengan kategori sederhana: ini bencana yang tak diundang atau bencana yang diundang? Ada beberapa alasan mengapa pertanyaan itu patut dikemukakan. Pertama, menurut Effendi Siradjudin, Ketua Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas), sebelum pipa gas Pertamina meledak, Aspermigas sebenarnya sudah memprediksikan bahwa bencana tersebut memang akan terjadi.
Dalam pembicaraan awal dengan ahli geologi, Dr Andang Bachtiar dan Staf Ahli Menko Perekonomian Ahmad Husein––terkait rencana Aspermigas menyelenggarakan temu ilmiah untuk mengkaji kasus Lapindo pada awal Desember mendatang ––ledakan pipa gas Pertamina di lokasi Lapindo termasuk salah satu masalah yang harus cepat diantisipasi.
Selain karena penanganan yang lamban, peninggian tanggul penahan lumpur panas yang terus dilakukan telah menimbulkan beban yang melebihi daya tahan pipa. Secara teoretis, jika tanggul terus ditinggikan, pipa saluran gas tersebut akan pecah karena kuatnya tekanan dari dalam dan dari luar pipa.
Kedua, data Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) menyebutkan bahwa lokasi sumur eksplorasi dan eksploitasi Lapindo semuanya berada di kawasan permukiman padat dan pertanian dengan kualitas kesuburan tanah kelas 1. Dari aspek geologis, lokasi tersebut merupakan zona yang mempunyai struktur bumi yang banyak patahan dan rekahan yang sangat rentan terhadap underground blow out.
Artinya, berbagai bentuk kecelakaan industri memang berpeluang besar terjadi di lokasi-lokasi lain di setiap titik sumur eksplorasi dan ekploitasi milik Lapindo yang berjumlah 49 sumur. Dari 49 sumur tersebut, yang memiliki izin AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) hanya 21 sumur (AMDAL tahun 1997). Sedangkan 17 sumur lainnya baru dalam tahap pengajuan AMDAL (draf), sisanya (11 sumur) tidak memiliki AMDAL.
Sejatinya, AMDAL sebagai instrumen pengendali dampak lingkungan dan sebagai prasyarat perizinan seharusnya dimiliki oleh setiap pemrakarsa usaha. Tapi ternyata, Lapindo dapat mengabaikannya begitu saja. Bukankah berdasarkan datadata ini pun sebenarnya bencana yang ditimbulkan Lapindo juga sudah dapat diprediksi jauh sebelumnya?
Ketiga, sekaitan itu sebenarnya Lapindo patut disangka telah melakukan beberapa pelanggaran. Antara lain UU Lingkungan Hidup No 4/1982 (terutama Pasal 16 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup) dan Peraturan Pemerintah No. 29/1986 tentang AMDAL. Dengan demikian, seharusnya sudah sejak jauh hari pemerintah memberikan sanksi kepada Lapindo, dengan mengacu pada:
1) Pasal 27 UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang memberi kewenangan bagi instansi pemberi izin usaha untuk mencabut izin usaha bila terjadi pelanggaran tertentu yang dianggap berbobot, mulai pelanggaran syarat administratif, pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan terhadap penduduk setempat, sampai pelanggaran yang menimbulkan korban;
2) UU No. 5/1984 tentang Perindustrian yang memberi dasar yang kuat bagi pemerintah untuk menjatuhkan sanksi bagi kegiatan industri yang menimbulkan pencemaran atau perusakan lingkungan hidup Hal senada pernah dikemukakan Dr Suparto Wijoyo, ahli hukum lingkungan Universitas Airlangga, jauh sebelum ledakan pipa gas Pertamina terjadi. Menurut dia, Lapindo telah melakukan setidaknya 10 dosa hukum, antara lain UU Lingkungan Hidup, UU Jalan, UU Migas, UU Pertambangan, dan UU Kesehatan.
Dari seluruh dosa hukum itu, maka ancaman hukuman yang bisa ditudingkan ke Lapindo adalah di atas 5 tahun. Mestinya, lanjut Suparto, mereka yang mendapatkan ancaman penjara lebih dari 5 tahun layak ditahan. Dengan beberapa alasan di atas, seharusnyalah pemerintah bersikap tegas dan bertindak cepat menangani kasus ini. Mengapa harus ”menunggu” sampai terjadinya ledakan 22 November itu baru kasus ini dinyatakan sebagai bencana nasional? Seandainya pemerintah lebih sigap, setidaknya jatuhnya korban jiwa secara siasia dapat dicegah.
Karena itulah ke depan, kita berharap pemerintah mampu memperlihatkan kinerjanya secara lebih serius dan sikap yang lebih berani dalam menangani kasus ini. Maka, berkaitan dengan kabar yang beredar bahwa saham PT Energi Mega Persada (anak usaha Grup Bakrie) di Lapindo telah dijual kepada Freehold Group Limited, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah konkret:.
Pertama, mencegah pelepasan saham oleh kelompok Bakrie itu sebelum beberapa hal penting terkait dengan hal ini menjadi jelas.
Kedua, berhubung Lapindo sudah go-public, maka sebelum terjadinya pelepasan saham itu harus dilakukan audit yang bukan saja terkait bidang finansial, tapi juga tanggung jawab sosial, lingkungan hidup, dan kompetensi para pemimpin perusahaan tersebut.
Ketiga, membuat perjanjian secara hukum tentang siapa yang akan meneruskan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab lingkungan hidup itu selanjutnya. Terkait hal itu, maka ada hal yang mengherankan: bahwa siapa di balik Freehold Group Limited itu tidak pernah dijelaskan secara rinci sampai sekarang.
Pihak Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) jelas harus konsern dengan urusan alih-saham itu. Sementara Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo harus konsern dengan masalah tanggung jawab Lapindo. Sebab, sebagai perusahaan besar, Lapindo seharusnya menjalankan apa yang disebut social corporate responsibility (CSR). CSR itu haruslah ditunjukkan secara konkret, baik kepada pemerintah, masyarakat sekitar, maupun lingkungan hidup.
Apalagi, menurut data Walhi, sejak tahun 2001 hingga 2004, pendapatan Pemkab Sidoarjo dari Lapindo terus menurun. Bahkan, antara tahun 2005 hingga pertengahan 2006 ini, Lapindo tidak pernah menyumbangkan pendapatan pada kas daerah. Sementara di sisi lain, sejak terjadinya semburan lumpur panas itu, pertumbuhan investasi di Sidoarjo mencapai nol persen. Penyebabnya, para investor takut tanah di sekitar lokasi semburan menjadi ambles.
Sehingga, pengusaha kalangan menengah ke atas tak ada yang mau menanam modalnya di sana. Bukankah atas semua dampak negatif itu pihak Lapindo layak dituntut untuk bertanggung jawab? Tapi, siapakah pihak Lapindo itu? Di baliknya ada keluarga Bakrie, dan salah seorang di antaranya adalah Aburizal Bakrie, yang kini menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Kalau ia sungguh-sungguh memahami hakikat jabatannya itu, juga menghayati peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin, maka semua upaya yang berorientasi kesejahteraan rakyat haruslah dilakukan. Untuk itu mungkin akan lebih baik jika ia minta dinonaktifkan dari pemerintahan agar dapat lebih berkonsentrasi dalam menunjukkan tanggung jawabnya dan lebih mendekatkan diri dengan rakyat Sidoarjo yang selama ini sudah sangat menderita.
Sumber: www.seputar-indonesia.com;www.wikipedia.org

Minggu, 27 Desember 2009

tugas pengantar ekonomi 1

  1. Sebutkan karakteristik Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopolistik, Pasar Oligopoli, Pasar Monopoli

  • Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/ tidak

Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
  1. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
  2. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
  3. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
  4. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
  5. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
  6. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

  • Pasar Monopolistik

Memiliki ciri-ciri yang melekat , yaitu :
  1. Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.

  1. Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.

  1. Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.

  1. Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semaki Olin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.

  1. Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.

  • Pasar Oligopoli

Ciri ciri pasar oligopoli :
  1. Hanya sedikit perusahaan dalam industri
  2. Produknya homogen atau terdiferensiasi
  3. Pengambilan keputusan yang saling memengaruhi
  4. Kompetisi non harga
  • Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Ciri-ciri dari pasar monopoli :
  1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
  2. Tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close substitute)
  3. Produsen memiliki kekuatan menetukan harga
  4. Tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.

  1. Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopolistik, Pasar Oligopoli, Pasar Monopoli
  • Persaingan sempurna
Kelebihan :
  • Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
  • Jumlah output paling banyak sehingga rasio output perpenduduk maksimal (kemakmuran maksimal)
  • Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen) dan tidak takut di tipu dalam kualitas dan harga (informasi sempurna)

Kelemahan :
  • Kelemahan dalam hal asumsi
  • Kelemahan pengembangan teknologi
  • Konflik efisiensi – keadilan

  • Pasar Monopolistik
Pasar Monopolstik memiliki kebaikan sebagai berikut :
  • Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
  • Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
  • Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
  • Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
Selain memiliki kebaikan, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai berikut :
  • Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
  • Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
  • Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen

  • Pasar Oligopoli
Kelebihan pasar oligopoli.
  • Terdapat sedikit penjual karena dibutuhkan biaya investasi yang besar.
  • Jumlah penjual yang sedikit membuat penjual dapat mengendalikan harga dalam tingkat tertentu.
  • Bila terjadi perang harga, konsumen akan diuntungkan.
Kelemahan pasar oligopoli.
  • Terdapat rintangan yang kuat untuk dapat masuk ke pasar oligopoli.
  • Akan terjadi perang harga.
  • Produsen dapat melakukan kerjasama (kartel) yang pada akhirnya akan merugikan konsumen
  • Pasar Monopoli
Kelebihan pasar monopoli.
  • Keuntungan penjual cukup tinggi.
  • Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang, biasanya diatur pemerintah. Ini menguntungkan konsumen karena penjual tidak dapat menentukan harga dengan semaunya.
Kelemahan pasar monopoli.
  • Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
  • Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
  • Terjadi eksploitasi pembeli.
  1. Sebutkan perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopolistik, Pasar Oligopoli, Pasar Monopoli


  1. Sebutkan dan jelaskan faktor penentu permintaan terhadap faktor produksi
  • Harga Faktor Produksi
Adalah upah dan gaji untuk tenaga kerja atau sewa untuk barang modal dan tanah. Jika faktor produksi bersifat normal, makin murah harganya, makin besar jumlah yang di inginkan diminta. Dalam kasus khusus, turunnya harga faktor produksi justru menurunkan jumlah yang di minta (inferior). Atau pada saat harganya naik permintaannya meningkat (analogis barang giffen).
  • Permintaan terhadap output
Adalah makin besar skala produksi, makin besar permintaan terhadap input. Kecuali input tersebut telah bersifat inferior.
  • Permintaan terhadap faktor produsi lain
Adalah misalnya permintaan terhadap faktor produksi substitutif (mesin) meningkat, maka permintaan terhadap tenaga kerja menurun. Bila tenaga kerja dan mesin mempunyai hubungan komplemen, meningkatkan permintaan terhadap mesin meningkatnya permintaan terhadap tenaga kerja.
  • Harga faktor produksi yang lain
Adalah pengaruh perubahan harga suatu faktor produksi terhadap permintaan faktor produksi lainnya sangat berkaitan dengan sifat hubungan antar faktor produksi. Permintaan terhadap suatu faktor produksi akan meningkat, bila harga faktor produksi subtitusinya makin mahal. Permintaan terhadap faktor produksi akan menurun, jika harga faktor produksi komplemennya makin mahal.
  • Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi mempunyai dampak yang mendua terhadap permintaan faktor produksi. Dalam arti kemajuan teknologi dapat menambah atau mengurangi permintaan terhadap faktor produksi.
  1. Apa yang dimaksud dengan Monopsony dan Monopoli Bilateral!
  • Monopsony adalah suatu keadaan di mana dalam pasar faktor produksi (tenaga kerja) hanya ada satu pembeli (single buyer). Karena posisinya sebagai pembeli tunggal, monopsonis (pemilik daya monopsony) mempunyai kemampuan menentukan upah
  • Monopoli bilateral adalah Pasar yang hanya memiliki satu pemasok dan satu pembeli. Yang satu pemasok akan cenderung untuk bertindak sebagai kekuatan monopoli, dan melihat ke biaya harga tinggi untuk satu pembeli. Satu-satunya menghadap ke arah pembeli akan membayar harga yang serendah mungkin. Karena kedua belah pihak memiliki tujuan yang saling bertentangan, kedua belah pihak harus berunding berdasarkan kekuatan tawar relatif dari masing-masing, dengan harga akhir menetap di antara kedua belah pihak yang titik laba maksimum.
  1. Apa yang dimaksud dengan Ekternalitas dan Efisiensi Pasar!
  • Eksternalitas adalah kerugian atau keuntungan yang di derita atau di nikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain, yang tidak tercermin dalam harga pasar.
  • Efisiensi Pasar
  1. Eksternalitas positif dan negatif dalam produksi maupun konsumsi!
  1. Kebijakan publik dalam mengatasi eksternalitas!
  1. Regulasi
  2. PAJAK PIGOVIAN adalah Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dan suatu ekstemalitas negatif lazim
  3. Subsidi
  4. Izin polusi yang dapat diperjualbelikan
  5. Jenis-jenis solusi swasta
  6. TEORAMA  COASE yang menyatakan bahwa solusi swasta bisa sangat efektif seandainya memenuhi satu syarat.  Syarat itu adalah pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan negosiasi atau merundingkan langkah-langkah penanggulangan masalah ekternalitas yang ada diantara mereka, tanpa menimbulkan biaya khusus yang memberatkan alokasi sumber daya yang sudah ada.

Rabu, 23 Desember 2009

pemasaran

Check out this SlideShare Presentation:

Selasa, 22 Desember 2009

sistem operasiiiiiiiii......


1.PENGERTIAN SISTEM OPERASI

Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
Sistem Operasi komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer, (memori komputer dalam hal ini ada Hardisk, bukan memory ram) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.Contoh-contoh dari Sistem operasi Komputer misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain.

2.LAPISAN DALAM SISTEM OPERASI
1.

STRUKTUR SISTEM OPERASI
Pendekatan yang umum suatu sistem yang besar dan kompleks adalah dengan memecah tugas -tugas (task) ke bentuk komponen-komponen kecil dibandingkan dalam bentuk sistem tunggal
(monolithic). Komponen-komponen tersebut akan akan di bahas pada bagian berikut ini.

Struktur Sederhana

Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian sistem operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalu berkembang dengan ruang lingkup originalnya.
Contoh :
dari sistem operasi ini adalah MS-DOS dan UNIX. MS-DOS merupakan sistem operasi yang
menyediakan fungsional dalam ruang yang sedikit sehingga tidak dibagi menjadi beberapa modul, sedangkan UNIX menggunakan struktur monolitik dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh
prosedur lain di sistem bila diperlukan dan kernel berisi semua layanan yang disediakan sistem
operasi untuk pengguna [Bambang2002]. Inisialisasi-nya terbatas pada fungsional perangkat keras yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kernel dan sistem program. Kernel terbagi menjadi serangkaian interface dan device driver dan menyediakan sistem file, penjadwalan CPU, manajemen memori, dan fungsi-fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls.

Kelemahan struktur monolitik adalah:
• Pengujian dan penghilangan kesalahan sulit karena tidak dapat dipisahkan dan dialokasikan
• Sulit dalam menyediakan fasilitas pengamanan
• Merupakan pemborosan memori bila setiap komputer harus menjalan kernel monolitik, karena
semua layanan tersimpan dalam bentuk tunggal sedangkan tidak semua layanan diperlukan.
• Kesalahahan sebagian fungsi menyebabkan sistem tidak berfungsi.

Keuntungan struktur monolitik adalah layanan dapat dilakukan dengan cepat karena terdapat dalam satu ruang.

Pendekatan Berlapis (Layer Approach)

Sistem operasi dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan terbawah (layer 0) adalah hardware dan yang tertinggi (layer N) adalah user interface. Lapisan N memberi layanan untuk lapisan N+1 sedangkan proses-proses di lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 untuk membangun layanan lapisan N+1. Lapisan N dapat meminta layanan lapisan N-1 namun lapisan N tidak dapat meminta layanan lapisan N+1. Masing-masing berjalan pada lapisannya sendiri.

Gambar 2 Lapisan Sistem Operasi
[MDGR2006] Menurut Tanenbaum dan Woodhull, sistem terlapis terdiri dari enam lapisan, yaitu:
Lapisan 0. Mengatur alokasi prosesor, pertukaran antar proses ketika interupsi terjadi atau waktu
habis dan lapisan ini mendukung dasar multi-programming pada CPU.
Lapisan 1. Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan pada 512 kilo word drum
yang digunakan untuk menahan bagian proses ketika tidak ada ruang di memori utama.
Lapisan 2. Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan operator console. Lapisan
ini masing-masing proses secara efektif memiliki operator console sendiri.
Lapisan 3. Mengatur peranti I/O dan menampung informasi yang mengalir dari/ke proses
tersebut.
Lapisan 4. Tempat program pengguna. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses,
memori, console, atau manajemen I/O.                                                               
Lapisan 5. Merupakan operator sistem.

`Contoh sistem operasi yang menggunakan pendekatan berlapis adalah THE yang dibuat oleh Djikstra dan mahasiswa-mahasiswanya, serta sistem operasi MULTICS.[Bambang2002] Kelemahan struktur ini adalah fungsi-fungsi sistem operasi harus diberikan ke tiap lapisan secara hati-hati. Sedangkan keunggulannya adalah memeliki semua kelebihan rancangan modular, yaitu sistem dibagi menjadi beberapa modul dan tiap modul dirancang secara independen.Tiap lapisan dapat dirancang, dikode dan diuji secara independen. Pendekatan berlapis menyederhanakan rancangan, spesifikasi dan implementasi sistem operasi.


Microkernels
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang berjalan pada ruang user. Contoh sistem operasi yang menggunakan metode ini adalah TRU64 UNIX, MacOSX dan QNX
Keuntungan dari kernel ini adalah kemudahan dalam memperluas sistem operasi, mudah untukdiubah ke bentuk arsitektur baru, kode yang kecil dan lebih aman. Kelemahannya adalah kinerja akan berkurang selagi bertambahnya fungsi-fungsi yang digunakan.


Modular (Modules)

Kernel mempunyai kumpulan komponen-komponen inti dan secara dinamis terhubung padapenambahan layanan selama waktu boot atau waktu berjalan. Sehingga strateginya menggunakanpemanggilan modul secara dinamis (Loadable Kernel Modules). Umumnya sudah diimplementasikan oleh sistem operasi modern seperti Solaris, Linux dan MacOSX.Sistem Operasi Apple Macintosh Mac OS X menggunakan struktur hybrid. Strukturnya menggunakan teknik berlapis dan satu lapisan diantaranya menggunakan Mach microkernel.

Virtual Machine

Dalam struktur ini user seakan-akan mempunyai seluruh komputer dengan simulasi atas pemroses yang digunakan. Sistem operasi melakukan simulasi mesin nyata yang digunakan user, mesin virtual ini merupakan tiruan seratus persen atas mesin nyata.
Teknologi ini awalnya digunakan pada IBM S/370. VM/370 menyediakan mesin virtual untuk tiap user dengan membuat mesin virtual baru pada saat user tersebut melakukan log sistem. Kemudian teknik ini berkembang menjadi operating system emulator sehingga sistem operasi dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk sistem operasi lain.

Dalam lingkungan ini terdapat proteksi berbagai sumber daya sistem. Setiap virtual-machine secara lengkap mengisolasi dari semua virtual-machine yang lain, sehingga tidak ada masalah proteksi. Ada dua pendekatan dalam penyediaan sharing yang diimplementasikan, pertama hal ini memungkinkan share minidisk dan share files. Kedua, memungkinkan pendefinisian jaringan virtual-machine, sehingga dapat mengirim informasi melalui virtual jaringan komunikasi.

Contoh dari pengembangan itu adalah sebagai berikut:
• Sistem operasi MS-Windows NT dapat menjalankan aplikasi untuk MS-DOS, OS/2 mode teks  dan aplikasi WIN16.

• IBM mengembangkan WABI untuk meng-emulasikan Win32 API sehingga sistem operasi yang menjalankan WABI dapat menjalankan aplikasi-aplikasi untuk MS-Windows.

• Para pengembang Linux membuat DOSEMU untuk menjalankan aplikas-aplikasi DOS pada
sistem operasi Linux, WINE untuk menjalankan aplikasi-aplikasi MS-Windows.

• VMWare merupakan aplikasi komersial yang meng-abstraksikan perangkat keras intel 80x86
menjadi virtual mesin dan dapat menjalan beberapa sistem operasi lain (guest operating
system) di dalam sistem operasi MS-Windos atau Linux (host operating system). VirtualBox
merupakan salah satu aplikasi sejenis yang opensource.

3.PROSES BOOTING
Booting dapat diartikan sebagai proses untuk menghidupkan computer sampai system operasi mengambil alih.
Adapun urutan proses booting adalah sebagai berikut:
o   Saat computer dihidupkan,processor menjalankan BIOS,dan kemudian BIOS melakukan POST(Power-On-Self-Test) yaitu memeriksa atau mengecek semua hardware yang ada. Kegiatan ini dapat dilakukan apabila setting BIOS telah benar.
o   BIOS akan mencari disk boot untuk menjalankan system operasi.
o   Proses loading system operasi.
o   Kemudian setelah tampil desktop OS siap digunakan




4.KONSEP KOMUNIKASI DENGAN PERIFERAL

Periferal merupakan semua peralatan yang terhubung dengan komputer.
Berdasarkan kegunaannya periferal terbagi dua yaitu:

1. Periferal utama (main peripheral) yaitu peralatan yang harus ada dalam
mengoperasikan komputer. Contoh periferal utama yaitu: monitor, keyboard dan
mouse.

2. Periferal pendukung (auxillary peripheral) yaitu peralatan yang tidak mesti ada
dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu.
Contohnya yaitu: printer, scanner, modem, web cam dan lain-lain.

Sedangkan berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung pengoperasian
komputer terbagi menjadi:

1. Perangkat masukan (input), adalah perangkat yang digunakan untuk
memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara
lain keyboard, mouse, scanner, digitizer, kamera digital, microphone, dan periferal
lainnya

2. Perangkat keluaran (output), adalah peralatan yang kita gunakan untuk
menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer.
Perangkat tersebut antara lain monitor, printer, plotter, speaker, dan lain lainnya.
Untuk menghubungkan perangkat input dan perangkat output ke komputer dengan
menghubungkan dengan kabel ke port yang ada di komputer. Berikut ini gambar
port-port yang ada di komputer untuk menghubungkan ke konektor periferal.